Hasil negatif Tim nasional Indonesia vs Malaysia dengan score 3-2 pada kualifikasi Piala Dunia 2020, Kamis (5/9) kemarin menyisakan penyesalan yang mendalam untuk publik Indonesia. Melempemnya peforma tim Garuda juga jadi topik yang hangat diperbincangkan.

Termasuk diantaranya ialah dari Djadjang Nurdjaman. Juru tak-tik yang melatih tim Barito Putera ini mengakui lumayan kecewa akan hasil kekalahan yang diderita Indonesia lalu.

Padahal, anggapannya materi bintang dari Tim nasional Indonesia merupakan diambil dari bintang-bintang yang memang memiliki kemampuan bagus di ajang sepakbola nasional.

“Pastinya amat disayangkan ya, sebab kita bermain di kandang sendiri namun kita tak dapat merebut kemenangan. Padahal jika dipandang dari segi materi ini lumayan baik sebab diisi bintang dari tingkat 1 di Liga Indonesia, ” kata Djanur, sapaan akrabnya, saat dihubungi Football5Star. com pada Sabtu siang (7/9).

Hal lainnya yang dia saksikan di partai Indonesia melawan Malaysia lalu merupakan kontrasnya situasi fisik dari ke 2 kesebelasan. Fisik dari bintang-bintang dari Tim nasional Indonesia anggapannya nampak amat kedodoran khususnya di akhir-akhir pertandingan di mana gol kemenangan Malaysia berlangsung.

Di samping itu, ia jua menyayangkan tim Garuda yang banyak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyarangkan goal.

“Sangat disayangkan saja sebab kita tak dapat menggunakan kesempatan, ” sebut Djanur lagi.

“Permasalahan amat nampak di kebugaran bintang. Bisa dibuktikan saat kita telah unggul namun malah kelelahan dan pada akhirnya kalah di penghujung. Ini yang mesti dibenahi, ” tutupnya.

Unai Emery bahagia kesebelasannya bisa menuai kemenangan perdana kompetisi musim ini di Stadion Emirates. Tapi, dia jua mengaku para pemainnya dibikin kerepotan di dalam bertahan kala memainkan pertandingan Arsenal melawan Burnley.

Laga Arsenal melawan Burnley, Sabtu (17/8), usai dengan score 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. 2 goal kemenangan kesebelasan berjulukan The Gunners tiap-tiap dibukukan Alexandre Lacazette di menit ke-13 dan Pierre-Emerick Aubameyang (64′). Satu-satunya goal balasan kesebelasan beralias The Clarets diciptakan Ashley Barnes (43′).

“Kami bahagia sebab dapat mencatatkan 3 angka. Kami mengawali permainan kandang dengan kemenangan, ini tentu berharga, ” tutur Emery usai pertandingan Arsenal melawan Burnley sebagaimana dilansir dari BT Sport.

Emery jua menyoroti performa bertahan kesebelasannya di pertandingan ini. Dia mengaku Burnley lumayan merepotkan lini pertahanan The Gunners.

“Kami bertahan dengan bagus, namun terkadang terlampau dalam. Kami tak dapat memainkan taktik berlaga sesuai ekspektasi di dalam Waktu normal, ” tutur Emery.

“Namun, mesti aku akui hal tersebut sukar. Terdapat sejumlah hal yang amat bagus hari ini, sisanya jua tetap butuh ditingkatkan, ” katanya.

Hasil baik dari Burnley membikin Arsenal sudah menuai kemenangan di dalam 2 minggu perdana Liga Inggris kompetisi musim ini. Tapi, pada minggu ke 3, The Gunners bakal dihadapkan dengan tes sukar.

Ya, Arsenal diatur bakal menyambangi kamp Liverpool di Stadion Anfield pada 24 Agustus 2019.

Ujung tombak Inggris U-21, Tammy Abraham, mengakui telah tidak sabar balik lagi menuju Chelsea dan dilatih Frank Lampard. Dia yakin Lampard merupakan pilihan paling baik The Blues di masa sekarang..

Chelsea adalah tim yang sedang memburu seorang juru tak-tik anyar. Khususnya usai Maurizio Sarri sudah resmi gabung Juventus.

Selama ini, terdapat 2 calon kuat yang disebut bakal menempati bangku manajer kesebelasan berjulukan The Blues. Yaitu, Rafael Benitez dan Frank Lampard.

Tapi, Lampard dipercaya berpeluang lebih besar lantaran menyandang status salah 1 mantan bintang sangat dihormati di Chelsea. Lampard adalah seorang legenda untuk fan Chelsea. Dia tetap mempertahankan rekor sebagai pencetak goal terbanyak sepanjang waktu yang di miliki The Blues.

“Ya, apabila Lampard yang mengakusisi job ini, saya optimis dapat berlaga di kesebelasan. Tak ada yang lebih bagus ketimbang dilatih Lampard. Ia seseorang yang Kamu lihat semenjak kecil, dan ada di Chelsea sangat lama, ” tutur Abraham pada The Telegraph.

“Dia jua paham tentangku. Saya berlaga menghadapi kesebelasannya (Derby County) pada laga pamungkas playoff, ” Abraham melanjutkan.

Abraham sendiri musim kemarin ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Aston Villa. Dia menyarangkan 26 goal dari 42 penampilan di semua turnamen.

Ujung tombak Manchester City, Sergio Aguero, sepertinya tidak senang dengan apa yang sudah didapat sepanjang ini bareng The Citizens. Ujung tombak dari Argentina itu terus menyimpan ambisi lainnya yaitu memenangkan trofi Liga Champions.

Sergio Aguero sukses membawa Manchester City menjaga trofi Liga Inggris kompetisi musim 2018-19 dengan mengoleksi 98 angka usai menghajar Brighton & Hove Albion, Minggu (12/5/2019) dengan score 4-1.

Kesuksesan City memenangi Liga Inggris kali ini menyamai prestasi Manchester United dan Chelsea yang mengangkat trofi back-to-back. Sukses menjaga dominasi, telah masanya Aguero dkk. memburu trofi yang sedikit lebih bergengsi.

“Jelas, tujuan kami tahun ini memperjuangkan Liga Champions, namun beberapa hal berlangsung di dalam sepakbola, ” tutur Aguero pada media.

“Kami tereliminasi dengan hal kecil, dengan siku yang sudah terperangkap offside. Namun kompetisi musim berikutnya, kami bakal coba berupaya sampai penghujung, ” imbuh Aguero.

Pada kompetisi musim ini, langkah Manchester City pada fase perempat-final Liga Champions dipatahkan oleh sesama tim Inggris, Tottenham Hotspur. Capaian itu mengulang prestasi di musim lalu, The Citizens jua dihajar oleh wakil Inggirs, Liverpool.

Hasil itu membikin Sergio Aguero makin penasaran, dan berkeinginan mewujudkannya kompetisi musim yang akan datang. Sedangkan, prestasi paling baik Manchester City di Liga Champions sepanjang 1 dasawarsa terbaru merupakan bisa sampai fase semi-final, kala diarsiteki oleh Manuel Pellegrini pada kompetisi musim 2015-16.

Firza Andika menuliskan catatan bagus di Belgia. Bintang kelahiran Medan itu menyarangkan goal buat tim barunya, AFC Tubize di partai ujicoba yang digelar Rabu, tiga Maret 2019.

Firza sendiri baru saja mendarat di Belgia saat Senin, satu April 2019. 2 hari setelahnya, dia diturunkan di partai ujicoba bareng klub AFC Tubize U-18. Berlaga sepanjang 60 menit vs akademi Marcet Academy of Barcelona, bek kiri Tim nasional U-23 Indonesia itu menyarangkan 2 skor.

AFC Tubize sengaja menurunkan Firza Andika di partai ujicoba bareng kesebelasan junior. Berdasarkan penuturan pada akun Instagram resmi mereka, @afctubize_asia_official, keputusan itu dilandasi supaya Firza dapat adaptasi sedikit lebih cepat bersama lingkungan anyar di Belgia. Firza sendiri jadi bintang Indonesia perdana yang berlaga di Belgia serta hal tersebut membikin dia bakal melakoni proses beradaptasi yang sulit.

Firza Andika sebelumnya memperkuat tim yang sekarang berlaga pada Liga 2 Indonesia, PSMS Medan. Saat Januari 2019 kemarin, dia resmi pindah ke AFC Tubize usai pernah melakoni trial pada tim yang berdiri di tahun 1900 itu.

Sebelum berjersey PSMS Medan, Firza adalah bintang akademi Semen Padang. Performa bagusnya di Kabau Sirah membuatnya jadi bagian dari Tim nasional U-19 serta Tim nasional U-23 Indonesia dibawah bimbingan Indra Sjafri.

Di AFC Tubize, Firza Andika mendapat kesepakatan kontrak dengan durasi 2 musim. Performa bagusnya pada pertandingan ujicoba membikin kans dirinya guna berlaga pada skuat senior makin terbuka.