taman laut 17 riung

Wow Cantiknya Wisata Taman Laut 17 Pulau Riung, Nusa Tenggara Timur

90 persen lebih wisatawan, biasanya cuma mampir di Labuan Bajo saja saat berkunjung ke Flores di NTT. Jangan lupa pula, disana ada wisata Taman Alam 17 Pulau Riung, pantai dan lautnya cantik! Flores masih memiliki tempat lainnya yang tidak kalah seru tuk disambangi, kawasan itu ialah Wisata Taman Alam Riung 17 Pulau. Dari sisi administrasi berada di Kecamatan Riung, Ngada, Pulau Flores, NTT. Perjalanan saya ke lokasi ini adalah serangkaian dari tragedi petualangan saya dengan seorang teman saat menjelajahi Pulau Flores di awal November 2015.

Usai menikmati keeksotisan sunrise di Gunung Kelimutu, kami lekas kembali ke tempat penginapan di Desa Moni. Kira-kira pukul 7 kami musti segera menuju Ende lantaran saat ini pastinya di Km 13 lagi ada proyek pelebaran jalanan batas Kota Ende-Detusoko, pihak yang menjalankan proyek ini memberlakukan peraturan buka tutup jalan di jam-jam yang sudah ditentukan. Meski kami telah berangkat pagi kami tetap kena jalur ditutup sehingga menjadikan kami terperangkap semasa 30 menit.

Tiba di Ende kami teruskan perjalanan ke Riung, tak mudah memang. Dari Ende tak ada transportasi publik yang langsung hingga ke Riung, kita musti menyambung dengan rute trek Ende-Mbay kemudian Mbay-Riung. Tapi kala itu kami cukup beruntung sebab ada sepasang backpacker asal Jerman dengan tujuan sama hingga kami setuju patungan naik angkot dari Ende sampai Riung per orang Rp 100 ribu. Perjalanan Ende sampai Riung memakan waktu 4 jam, melintasi jalan pesisir kemudian perbukitan dengan jalanan khas berkelok-kelok. Cukup menjadikan pusing. Sampai di Riung kami menghubungi Asep, kawan kami yang bertugas sebagai pengajar muda di Riung, bareng Asep, kami cari kapal untuk disewa keesokan harinya, biaya yang disepakati ialah Rp 350.000 tuk sehari penuh.

Tempat awal yang kami kunjungi ialah spot tuk snorkeling di sekeliling Pulau Meja. Saat menceburkan diri tuk snorkeling kami segera disambut ikan-ikan warna-warni dan beraneka ragam terumbu karang. Terumbu karang yang sangat banyak disini ialah jenis karang meja disamping itu pun ada karang lunak serta kipas laut. Puas snorkeling kami meneruskan lagi perjalanan ke Pulau Rutong.

Dari jauh Pulau Rutong tampak dihiasi pantai pasir putih, serta ada bukit di tengah pulau. Saat akan sampai, warna air laut tadinya biru sekarang sangat jernih bahkan saat kapal ditambat di tepi pantai terlihat seperti melayang. Di Pulau Rutong istirahat sembari makan siang, rasanya nikmat betul. Sebagai pelengkap kami pun membawa buah kelapa muda yang kami santap bersama setelah makan.

Perut penuh membuat semangat kami meningkat, kami jalan menyusuri pantai yang mana cukup banyak ditemukan bintang laut merah, hal tersebut mengingatkan saya ketika menjelajahi pulau-pulau kecil eksotik khas Belitung pastinya di Pulau Pasir yang pun banyak ditemui bintang laut yang serupa. Pasca menyusuri pantai kami jalan melewati semak-semak kemudian mengikuti jalan setapak yang finish di puncak bukit pulau itu, tiba di puncak kami dibuat terkagum–kagum oleh view yang ada. Pasir putih, gradasi warna air laut dari jernih, hijau sampai biru juga Pulau Flores diseberang sana. Setelah puas mengabadikan diri di puncak teratas bukit Pulau Rutong kami balik lagi ke kapal sebab selanjutnya kami pasti menuju Pulau Tiga.

Sama semacam Pulau Rutong, pulau tiga punya pantai dengan pasir putih bersih dan air jernih. Berdasarkan Pak Kader pulau tersebut dinamakan tiga lantaran di pulau ini ada 3 gundukan bukit kecil dengan tinggi tidak sama. Pantai lengkap dengan air jernih dan tanpa riak gelombang membuat kami tergoda tuk lagi-lagi berenang, tidak jauh dari bibir pantai kami telah menemukan panorama underwater cantik. Kami bersua dengan ikan badut malu-malu hehe. Selesai? Rupanya belum, ada satu lagi obyek yang tak kalah menarik yakni Pulau Ontoloe. Tur dari Pulau Tiga ke Pulau Ontoloe ngabisin waktu 30 menit. Rupanya yangjadi pulau ini menarik ialah keberadaan kelelawar yang totalnya ribuan ekor. Di siang hari mereka bakal ngegantung di dahan-dahan tumbuhan bakau, kedatangan kami di pulau tersebut sore hari cukup tepat sebab saat itu kelelawar mulai aktif berterbangan.

Akhirnya selesai perjalanan kami di one day tour menyusuri Taman Wisata Alam Riung 17 Pulau. Kendati sulit tuk menjangkau Riung tetapi percayalah saat sampai disini segalanya bakal lunas terbayarkan. Mudah-mudahan Taman Wisata Alam Riung 17 Pulau itu semakin dikenal masyarakat luas khususnya masyarakat Indonesia karena sungguh ia lebih diketahui oleh wisatawan asing dibanding wisatawan didalam negeri. Oh ya, waktu terbaik tuk berkunjung kesini ialah bulan April-Oktober yang mana saat itu laut tenang dan tak berombak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.